29
Sep
10

ANAK KATAK DAN HUJAN

Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap, “Bu apa kita akan binasa? Kenapa langit tiba-tiba gelap?” ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut, “Anakku”, ucap sang induk kemudian. “Itu bukan pertanda kebinasaan, justru itu tanda baik,” jelas induk katak sambil terus membelai, dan anak katak itupun tenang.

Namun ketenang itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang, dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan. Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi suatu pemandangan menakutkan buat si anak katak kecil. “Ibu itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu?” Tanya si anak katak sambil bersembunyi dibalik tubuh induknya. “Anakku itu cuma angin,”ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. “Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!” tambahnya begitu menyenangkan. Dan anak katak itupun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan.

“BLAAAR!!!! Suara petir menyambar-nyambar, kilatan cahaya putihpun kian menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi dibalik tubuh induknya, tapi juga gemetaran. “Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!” ucapnya sambil terus memejamkan mata. “Sabar, anakku!” ucapnya sambil terus membelai. “Itu cuma petir, itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah, pandanglah tanda-tanda yang tampaknya menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang,” ucap sang induk katak begitu tenang. Anak katak itu mulai keluar dari tubuh induknya. Ia mencoba mendongak, memandang langit yang hitam, angin yang meliuk-liuk dan sambaran peetir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba dia berteriak kencang, “Ibu, hujan datang, hujan datang, Horeee!”

Anugrah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan, ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar dayang-dayang nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum. Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan. Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang bertiup kencang dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal semuanya itu adalah tanda-tanda hujan. Benar apa yang diucapkan induk katak: jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu akan datang. Setelah kesukaran ada kemudahan. Sesungguhnya setelah ada kesukaran ada kemudahan.


0 Responses to “ANAK KATAK DAN HUJAN”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Calender

September 2010
M T W T F S S
« Oct   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Blog Stats

  • 99,257 hits

Authors

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 17 other followers

RSS Related Websites

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Cara Cepat Cari Uang

lowongan kerja di rumah

Buy Text Link Easily

Earn money from your website/blog by, selling text links, banner ads - Advertisers can, buy links, from your blog for SEO. Get paid through PayPal

Web Hosting


%d bloggers like this: